Pernahkah
anda mendengar suntik putih?
Semakin
berkembangnya teknologi di
bidang ke dokteran dan medis ditambah semakin maraknya kampanye-kampanye
tentang kecantikan ragawi, baik di media cetak, online maupun televisi, membuat
banyak wanita yang tergiur untuk mendapatkan kecantikan paripurna dengan keluar
dari zona nyaman tubuh mereka.
Banyak melakukan segala hal, semisal memancungka
hidung, membesarkan payudara, meratakan perut hingga berupaya membuat kulit
tubuh halus, lembut dan bahkan membuat kulit hitam jadi putih dengan
menggunakan cara suntik putih.
Lalu apa dan bagaimana sebenarnya suntik putih
tersebut?
Suntik Putih atau suntik vitamin
C
Suntik putih
merupakan sebutan untuk tindakan untuk membuat kulit seseorang menjadi putih
dan cerah dengan cara menyuntikkan vitaman C kedalam tubuh.
Kandungan yang terkandung dalam suntik
putih tersebut merupakan
vitamin C yang sangat dibutuhkan dalam tubuh.
Walau sebenarnya asupan vitamin C
dalam tubuh manusia bisa tercukup hanya dengan mengkonsumsi jeruk sebanyak 3
sampai 4 kali dalam sehari di musim yang panas kering ini.
Namun banyak perempuan
yang membutuhkan vitamin c ini lebih pada untuk menunjang kehalusan dan
keindahan kulit tubuh.
Cara kerja suntik putih atau
suntik vitamin C

Walaupun suntik
putih dapat dilakukan seseorang sendiri tanpa bantuan dokter atau medis yang
berkopenten melakukannya.
Namun akan lebih baiknya untuk mengurangi banyak
resiko, seseorang menyerahkan keinginan untuk mendapatkan kulit halus lembut
dan sihat pada dokter yang profesional.
Berikut
perbedaan cara kerjanya :
·
Penyuntikan swadaya :
o
Banyak orang
yang melakukan praktek ini sendiri karena, cara kerja suntik putih ini
sangatlah mudah.
Seperti : hanya dengan melakukan penyuntikan selama satu kali
sampai dua kali dalam seminggu (sesuai kebutuhan), dengan masukkan vitamin c
yang bisa di beli di beberapa klinik kecantikan lalu mengulanginya sampai
minggu kelima. Biasanya tak memperhatikan benar-benar dosisnya karena sesuai
dengan botol yang dibelinya.
·
Dibawah penangan dokter kecantikan :
o
Dokter
kecantikan akan memeriksa kulit anda, melihat seberapa kesehatannya, seberapa
pentingnya harus diberi vitamin, seberapa dosis yang akan di suntikkan.
Dokter
mungkin bisa saja tak memberi rekomen untuk melakukan hal itu, karena kulit
anda sudah dirasa sihat
misalnya. Sementara itu bila memang kulit anda dirasa perlu mendapatkan suntik
putih atau vitamin C dokter akan memberikannya pertama kali sekali dalam
seminggu dalam dosis yang tepat, sembari menunggu reaksi kulit pasien.
Baru
selebihnya memberikan serum vitamin C sesuai kebutuhan sampai hasil yang
diinginkan.
Apakah efeck samping Vitamin C ?
Yang akan di
serang pertama kali bila anda melakukan suntik putih atau suntik vitamin c
secara terus menerus adalah ginjal anda.
Kerja ginjal anda akan semakin berat
dengan banyaknya obat tersebut. Sebelum ginjal bergejolak, banyak kasus
terjadi, seseorang pada awal suntikan pertama akan mengalami pusing yang luar
biasa, badan lemas, mata berkunang-kunang, dan mengalami sakit maag.
Hal ini
pernah terjadi pada seseorang yang ingin melakukan suntik putih karena ingin
membuat kulitnya yang coklat jadi putih.
Tanpa di bawah penanganan dokter,
seseorang ini menyutikkan vitaman c kedalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian,
matanya berkunang-kunang, tubuh menggigil dan ambruk.
Efek samping positif dari suntuk
putih vitamin C
Bila seseorang melakukan dengan tepat dan benar,
maka efek posistif dari suntik inipun akan terpenuhi. Yakni selain kulit tubuh
menjadi lebih halus dan sihat. Bagi
badan tidak akan mudah terserang sakit.
Demikian
ulasan kami mengenai suntik putih atau suntik vitamin C. Bila anda ingin melakukannya, hendaklah
lakukan dalam pengawasan dokter dan dalam produk yang tepat sesuai dengan
kebutuhan anda.
Karena bagaimanapun kebutuhan vitamin dalam tubuh tak sama
antara satu orang dengan yang lainnya.
Lebih amannya, bila ingin kulit sihat dan indah, berilah tubuh anda asupan yang
sihat dan hiduplah dengan pola hidup sihat. Agar keindahan anda terpancar dari
dalam. Semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment